Hmm…

waaah… lama tidak bertemu.. hehe

dan sekarang,  disinilah aku!!

di kota besar, yang hhff… melelahkan.

tapi tak apa… harus berusaha untuk terus melewatinya, menjalaninya…

smangaaattt!!!!!!!!

” ==> yg muda2: sebenarnya ini bukan urusan kalian, tapi terima kasih atas kepedulian dan perhatiannya…”

“==> yg tua2: nde, ilangan lah parno tu, ak jd makin stres liat kalian bgtu. Hhf, kek g pernah muda ja… “

“==> dan heey kamu! cobalah lebih mengerti, renungkan sendiri sebenarnya utk siapa semua ini… ga perlu ak jelaskan scr gamblang kan?? karna ak tau kamu jauh lebih pintar… sangat2 pintar, jenius, dan gila! Pliis, bantu ak yg tengah muak dgn smua dan hanya memikirkan keberadaan kita… haah!”

*benar-benar ocehan abstrak… ga jelas!! >.<

My Deviant

Saia bikin account baru di deviantart… yah buat pamerin hasil karya yang ga ada apa-apanya, ^^
sekalian mejeng-mejeng juga… hakhakhak!!

check this out!!!

lunnart gallery

Kadang Cinta…

Kadang cinta membuatku tak bisa memahami setiap gerakan yang kulakukan sendiri… mengalir lembut di setiap sukma, memaksaku melakukan tindakan-tindakan gila yang bahkan aku sendiri tak pernah menyangka bahwa aku sanggup melakukannya.
Kadang cinta membuatku berpikir melompati setiap jengkal masa, masa lalu yang pernah ada, masa sekarang yang tengah kujalani, dan masa depan yang menghadang kita…
Kadang cinta membuat hariku penuh warna… karena kesengsaraan hanya hadiah bagi mereka yang selalu memikirkannya…
Dan kadang cinta membuatku menekukkan kepala dengan berurai air mata… karena aku bangga memilikinya…

Matiii Lampu! Sialan!!!

Ada hikmahnya juga dapet giliran lampu mati…
Jadi bisa tidur sebelum dini hari…
Meski hanya sesekali siiy…
Yah, daripada mowniii seorang diri…
Lebih baik bermain di alam mimpi…
Tapi, yang namanya bangun pagi…
Tetap aja susah sekali…
Kecuali…………..
Kalo Joe Satriani mampir setelah lari pagi…
Haah! Mimpi!!!!

shopping…shopping…

Suatu ketika di malam minggu, saya, Romi, Dedek, Pa’in dan Jhoni sepakat untuk menghabiskan malam itu dengan mencuci mata di laundry terdekat. (*&^&@*?!?? Maklumlah para insan yang sedang dilanda kesepian, malam minggu tanpa pasangan, sungguh mengenaskan. Hwahaha.
Ide itu tersetus ketika Jhoni mengajak kami untuk menemaninya mencari baju untuk magang. Setelah menempuh perjalanan panjang tiga siang tiga malam (kalo tiga hari tiga malam, berarti empat setengah hari donk… tiga hari = 3, tiga malam = 1 ½ , soalnya kan hari itu ada siang ada malam, bingung? Saya juga! hwehe), perjalanan yang cukup melelahkan, berbatu-batu dan cukup terjal, akhirnya kami sampai di tempat tujuan. Takut tersesat dalam keramaian, kami mengekori Jhoni (sampe ekor Jhoni panjaaang sekali). Sekian lama berkutat dengan kesibukan yang ga begitu jelas, memilah-milah pakaian yang dirasa pantas, sayangnya Jhoni tak juga menentukan pilihan. Huh, ternyata menemani bapak-bapak belanja lebih repot dari pada menemani diri sendiri, hakqsz!
Kemudian, untuk menghemat page blog, kami memutuskan untuk mengganti fokus pencarian, dari kemeja untuk magang, ke t-shirt untuk perang (baca: kongkow-kongkow githoe, nongkrong sambil ngeceng, hwehehe).

Lebih kurang 1 jam berkelana, ngeberantakin baju sampe mas-mas yang jaga teriak menggil satpam buat ngusir kami keluar, akhirnya pilihan pun dijatuhkan…

Jreng…jreng…jreng…

boekittinggi

Weekend kemaren, saya sama makhluk-makhluk aneh bin rese pergi liburan ke Bukittinggi, sebuah kota nan sejuk dengan berbagai panorama yang mengagumkan, yang jadi tujuan utama wisatawan ke propinsi Sumatera Barat, mengalahkan peminat wisatawan untuk bertandang ke kota Padang yang notabene adalah ibu kota propinsi Sumatera Barat itu sendiri. Mungkin kayak wisatawan asing yang lebih mengenal Indonesia dengan Bali-nya, daripada Jakarta yang merupakan ibu kota negara. ^^
Sebenarnya ga bisa dibilang liburan juga sih, niat awalnya untuk memenuhi undangan bu’dewe yang mau syukuran khatam Qur’an adek bungsunya. Ya udah, sekali pukul, dua tiga lawan tersungkur, akhirnya kita memutuskan untuk sekalian jalan-jalan, buat nge-refresh otak. Halah!

Nih, hasil perjalanan kita…

Pejuang Cinta

“Udah lama ya ga ketemu saya, kemana kamu?”
“Iya buk, kemaren-kemaren ujian soalnya,” jawab saya ngeles sambil nyengir. Padahal emang penyakit malesnya yang belakangan kambuh, untung saya segera tersadarkan dari lamunan panjang yang tak bertepi, halah!
Setelah diskusi singkat selama lebih kurang setengah jam dengan dosen pembimbing saya yang baik hati (^^), saya pun keluar dari ruangan beliau dan mendapati bahwa Bokep masih dengan setianya nongkrong di depan pagar dengan wajah memelas, “sedekahnya pak… sedekahnya buk…” berulang-ulang terucap dari mulutnya yang selalu ngomongin hal-hal jorok. Hwehe, piss Kep!
“Kep, pergi makan yuk, belum makan nih dari pagi.” Saya langsung menyeret tangannya menuju parkiran.
“Eng, diriku temani saja ya dirimu makan,” jawabnya.
“Lho, katanya laper, malah tadi ngajakin beli gorengan. Mending makan nasi, yuk!” ngeliat wajahnya yang tersipu malu persis kayak kucing ke-gap kawin, saya pun tersadar, “Oow, ntar mo pergi kencan ya, jadi makannya ntar aja sama ayank tercinta? cie…cie…” Dan wajah Bokep-pun makin merona.
Waah, cinta memang dahsyat! Saya dikelilingi oleh para pecinta yang hebat, salut untuk mereka, Bokep, Joni, dan yang lainnya. Meski dari luar mereka terlihat seperti buronan, tapi sebenarnya memiliki hati yang lembut dan penuh cinta kasih di dalam. Rela menahan lapar demi menunggu tulang rusuk-nya selesai ujian agar bisa makan bersama, dan hal-hal lain yang tak pernah terpikir oleh orang yang hanya melihat mereka dari luarnya saja, bisa mereka lakukan demi pujaan hatinya. Yah, buronan kan ga sama dengan pisau belati… (buronan juga manusia, punya rasa punya hati, jangan samakan dengan pisau belati). Joni yang hidupnya hanya diisi oleh Metallica, sekarang setelah menemukan bu’dewe, rela memberikan kesempatan pada Ungu bahkan Westlife untuk ikut merenda hari bersama mereka.
See? Cinta mampu merubah dunia!

P.S. in other case, rasio berguna untuk memposisikan cinta agar tidak mengganggu sistem yang sudah berjalan dengan baik, rasa sayang yang sudah tertanam dari awal…
Apa yang akan dipahami rasio nantinya, hanya Yang Di Atas Yang Maha Tahu. ^^

Now..

Selalu begini… padahal tugas seabrek-abrek, tapi tetap aja ga berniat buat ngerjain. Eh, salah deh, niat sih ada, tapi koq ga bergerak-gerak ya? Hehe. Sugesti aja kali ni, kalo ga mepet, ga bakal dikerjain, ga bakal keluar idenya. Kadang bosen juga, kalo aja ngerjain tugasnya jauh-jauh hari sebelum dikumpulin, pasti bakalan tenang, ga harus kejar setoran. Nyokap paling marah kalo liat saya suka melalaikan sesuatu, “kalo bisa dikerjain sekarang, ngapain harus nunggu ntar?” Apalagi kalo liat saya ngerjain tugas ampe begadang. Kayak ga tau aja, ada ataupun ga ada tugas, saya kan tetap aja tidur lewat tengah malam, hehe.

Belakangan hidup saya rasanya agak ga normal deh (biasanya juga ga sih ^_^). Maksudnya perasaan saya suka ga ketebak. Aneh banget, ga bisa mengidentifikasi perasaan sendiri. Trus moody-annya juga sering kambuh. Sebentar girang, beberapa menit kemudian bisa suntuk… sebentar sedih… abis tu kesel… trus bahagia… marah… seneng… bosen… trus seneng lagi. Semuanya bisa saya rasain dalam waktu 24 jam. Normal ga sih tu? Apa saya harus pergi ke Bali buat refreshing? Ada yang mau ngasih tiket pulang pergi ga? Sama penginapannya sekalian, soalnya kalo mau bantuin jangan setengah-setengah. Oia, uang sakunya jangan lupa ya!

Stupid chuuwwpid…

Pernah ga kamu ngerasa udah ngelakuin sesuatu yang teramat sangat bodoh, yang bahkan untuk menyesalinya pun kamu ga sanggup?
Pernah ga dalam beberapa detik saja, mendadak hidup kamu seperti lenyap, dan yang terlihat hanya kegelapan, karena sesuatu yang teramat sangat bodoh itu kembali mencuat ke permukaan?
Satu kesalahan bodoh yang tercipta akibat keteledoran, dan menyebabkan cedera yang sejauh ini tidak pernah sembuh secara sempurna…
Cedera yang jika tersenggol sedikit saja menimbulkan rasa nyeri yang luar biasa, sehingga kembali menuntut masa pemulihan yang cukup lama…
Menimbulkan situasi “tidak baik-baik saja”…
Menimbulkan keinginan untuk melimpahkan kesalahan yang dilakukan hanya untuk sekedar memuaskan ego dan menjaga harga diri semata…
Menimbulkan perasaan dipermainkan… dijebak… dan kebencianpun akhirnya memuncak…
Sialnya, kebencian itu dapat dengan cepat menetralisir dirinya… bahkan ikut andil dalam meredam amarah…
Namun, menyisakan lelah…
Satu kesalahan bodoh yang kadang menggelapkan mata, namun ternyata menyimpan banyak hikmah dan anugerah, jika dilihat dengan akal sehat, dengan hati penuh keikhlasan, dan dengan mengebelakangkan perasaan…
Satu kesalahan bodoh yang merubah hidup kamu selamanya…

P.S. Tapi kadang, suatu kesalahan tidak selalu “salah”… meski orang berpendapat demikian… ^_^

Semoga… ^^

hmmm…minggu depan UAS,
ujiannya siy cuman satu, tapi tugas makalahnya… fiuh! banyak!!!!
udah beberapa minggu ini frekuensi saya bolak balik ke warnet meningkat,
niatnya nyari bahan buat tugas makalah itu, tapi…
godaannya berat!!
wekhekhekhekz…
buk Rita juga belum bisa ditemui, ga ketemu-ketemu maksudnya… mau nelpon, ga enak… ntar dibilang bawel! hehe,
ya udahlah, yang penting tetap semangat! (semoga… ^^)